Analisis Instan Peraturan LKPP Nomor 12 tahun 2019 tentang Pengadaan Barang dan Jasa di Desa


 I. PENGADAAN BARANG DAN JASA SECARA SWAKELOLA

adalah cara memperoleh barang/jasa dengan dikerjakan sendiri oleh TPK dan/atau masyarakat setempat.

Alur:

1. Kasi/Kaur menyusun dan menandatangani dokumen persiapan Pengadaan secara Swakelola berdasarkan DPA. Dokumen tersebut adalah:

- jadwal pelaksanaan kegiatan;

- rencana penggunaan tenaga kerja, kebutuhan bahan, dan peralatan;

- gambar rencana kerja (apabila diperlukan);

- spesifikasi teknis (apabila diperlukan); dan

- RAB Pengadaan.

Untuk pekerjaan Konstruksi, Dokumen yang disiapkan:

- gambar rencana kerja;

- jadwal pelaksanaan kegiatan;

- spesifikasi teknis;

- RAB Pengadaan dan Analisa Harga Satuan

- RAB dissusun berdasarkan harga survey paling lambat 28 hari, dituangkan dalam Berita Acara Informasi Harga Pasar 

2. Kasi/Kaur menyerahkan dokumen pengadaan kepada TPK untuk dilaksanakan Pengadaan Barang dan Jasa secara Swakelola.

II. PENGADAAN BARANG DAN JASA MELALUI PENYEDIA

Adalah kegiatan untuk memperoleh barang/jasa oleh Pemerintah Desa, dilakukan melalui penyedia barang/jasa.

A. PEMBELIAN LANGSUNG, NILAI TRANSAKSI PEMBELIAN SAMPAI DENGAN 10JUTA (≤       10 JUTA)

Alur:

1. Kasi/Kaur/TPK membeli barang/jasa kepada satu Penyedia;

2. TPK melakukan negosiasi dengan Penyedia untuk memperoleh harga yang lebih murah; dan

3. Transaksi dituangkan dalam bentuk bukti pembelian atas nama Kasi/Kaur sebagai pelaksana kegiatan anggaran. 

B. PERMINTAAN PENAWARAN, NILAI TRANSAKSI DI ATAS 10JUTA S.D 200JUTA (10 JUTA < X ≥ 200JUTA)

Alur: 

1. Kasi/Kaur menginventarisir kebutuhan pengadaan (Kebutuhan bahan/material) berdasarkan DPA/ RAB

2. Dokumen persiapan Pengadaan berdasarkan DPA. Dokumen tersebut adalah:

- jadwal pelaksanaan kegiatan;

- rencana penggunaan tenaga kerja, kebutuhan bahan, dan peralatan;

- gambar rencana kerja (apabila diperlukan);

- spesifikasi teknis (apabila diperlukan); dan

- RAB Pengadaan (dibuat berdasarkan HPS dari survey di pasar sekitar)

3. Dokumen persiapan penawaran diserahkan kepada TPK (Tim Pengelola Kegiatan) untuk dilakukan Proses Pengadaan Barang dan Jasa

4. TPK meminta penawaran secara tertulis dari minimal 2 penyedia, 

- Dalam hal di Desa setempat hanya terdapat 1 (satu) Penyedia, Permintaan Penawaran dapat dilakukan kepada 1 (satu) Penyedia tersebut.

- Pemintaan penawaran tertulis sebagaimana dimaksud pada huruf a dan huruf b dilampiri persyaratan teknis berupa:

a) Kerangka Acuan Kerja;

b) rincian barang/jasa;

c) volume;

d) spesifikasi teknis;

e) gambar rencana kerja (apabila diperlukan);

f) waktu pelaksanaan pekerjaan); dan

g) formulir surat pernyataan kebenaran usaha.

5. Penyedia menyampaikan surat penawaran harga serta daftar rincian penawaran harga barang/jasa dengan format sebagaimana tercantum dalam Lampiran IV dan Lampiran V.

6. TPK mengevaluasi penawaran Penyedia yang hasilnya dituangkan dalam Berita Acara Evaluasi Penawaran dengan format sebagaimana tercantum dalam Lampiran VI

7. Penawaran Penyedia dinyatakan lulus apabila memenuhi persyaratan teknis dan harga

8. Dalam hal Penyedia yang lulus lebih dari 1 (satu), maka TPK menetapkan Penyedia dengan harga           penawaran terendah sebagai pemenang untuk melaksanakan pekerjaan

9. Dalam hal ada lebih dari 1 (satu) Penyedia menawar dengan harga yang sama, maka TPK melakukan  negosiasi dengan setiap Penyedia untuk memperoleh harga yang lebih murah.

10. Hasil negosiasi harga, dituangkan dalam Berita Acara Hasil Negosiasi dengan format sebagaimana tercantum dalam Lampiran VII

11. Transaksi dituangkan dalam bentuk bukti pembelian atau surat perjanjian antara Kasi/Kaur sebagai pelaksana kegiatan anggaran dengan Penyedia

12. Transaksi untuk pekerjaan konstruksi dituangkan dalam bentuk surat perjanjian antara Kasi/ Kaur sebagai pelaksana kegiatan anggaran dengan Penyedia


Previous
Next Post »
Post a Comment
Thanks for your comment