Review Film Pendek TILIK

image: @whyagungprasetyo
Baru-baru ini, jagad dunia maya viral dengan kata TILIK. Apalagi di twitter sudah menjadi trending #1. Usut punya usut ternyata TILIK adalah judul salah satu film pendek yang menjadi pemenang dalam Piala Maya 2018 sebagai Film Pendek Terpilih. Selain itu, Film Tilik juga sudah meraih penghargaan Official Selection Jogja-Netpac Asian Film Festival 2018 dan Official Selection World Cinema Amsterdam 2019.


Yang membuat alur cerita film ini sangat kuat adalah adanya karakter dari Bu Tejo yang digambarkan sebagai biang gosip karena selalu melontarkan asumsi pribadi saat membicarakan sesuatu atau seseorang. Korelasinya dengan keseharian adalah maraknya berita hoax yang sering dilontarkan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab hanya karena motif tidak suka atau terlebih lagi agar dirinya terkenal atau viral.

Review kali ini tidak lagi tentang karakter Bu Tejo yang bahkan sudah menjadi perbincangan netizen karena dinilai sangat sesuai dengan keseharian masyarakat. Namun, kali ini akan membahas alur cerita dan plot twist dari film tersebut.

Masyarakat desa dikenal dengan solidaritasnya yang tinggi, terlebih jika tetangganya sedang mengalami musibah. Tergambar dalam alur cerita dimana warga segera berbondong-bondong menuju Rumah Sakit begitu tahu bahwa Bu Lurah drop dan dilarkan kesana. Padahal jarak desa ke Rumah Sakitnya begitu jauh. Pada awal cerita istilah Bu Lurah seolah-olah menggambarkan istri dari Pak Lurah. Namun saat mengikuti pembicaraan ibu-ibu di atas truk, barulah jelas bahwa Bu Lurah benar-benar Lurah di sebuah desa, sudah tidak memiliki suami dan tinggal bersama anak lelakinya. 

Lalu bagian paling menariknya adalah ketika Bu Tejo yang mengkompor-kompori Fikri (anak Bu Lurah) untuk segera menikah dengan Dian (topik pembicaraan sentral ibu-ibu di atas truk) ternyata adalah calon istri dari mantan suami Bu Lurah.

Semoga banyak hikmah yang bisa kita ambil dalam film tersebut dan kita jadikan pelajaran; bagian yang kurang buruknya tidak ditiru, bagian yang baik kita tingkatkan lagi.


Previous
Next Post »
Post a Comment
Thanks for your comment